Home / Uncategorized / Anak Jadi Sisi keluarga

Anak Jadi Sisi keluarga

Anak memanglah sisi dari keluarga. Karenanya, tidak tidak sering saat orangtua lakukan kekeliruan, anak juga ikutan dicap jelek. Umpamanya saja, saat bapak atau bundanya tersangkut masalah, anak juga turut dimaksud si anak pencuri atau si anak penipu.

Nah, dalam keadaan seperti gini, bukanlah tidak mungkin saja anak jadi jengkel atau bahkan juga tidak suka sama orang tuanya yang telah bertindak tidak benar, Bun. Karenanya, psikolog keluarga Dessy Ilsanty mengutamakan kita butuh menanamkan ke anak kalah dia mesti miliki individualitas.

” Jadi terkecuali anak miliki rencana dia adalah sisi keluarga, dia juga dianya. Saat ada masalah yang menerpa anggota keluarganya, anak tahu dia sisi dari keluarga itu tapi dia tidak senantiasa serta tidak mesti jadi si keluarga itu. Ada kalanya anak adalah dianya, ” papar Dessy didapati umur Perayaan 95 Th. Frisian Flag Indonesia di Gandaria City, Jakarta Selatan, beberapa waktu terakhir.

Rencana seperti gini juga dapat buat anak mengaku kalau ya itu adalah keluarganya walau ada nilai-nilai yang tidak sama seperti pendapat dia. Pada masalah anak yang jadi tidak suka sama orang tuanya yang melakukan perbuatan kekeliruan, kata Dessy itu biasanya karna anak dipandang sama juga dengan orangtua mengingat anak adalah sisi dari keluarga itu.

” Nah, di situ dibutuhkan kekuatan anak untuk step out. Jadi oke dia keluarga saya tapi dia bukanlah saya. Hingga, anak dapat membawa nama keluarga tapi dibawa juga tuch individualitasnya, ” lebih Dessy.

Kekuatan seperti gini, Bun, dipunyai anak yang saat ayahnya tersandung masalah, misalnya hingga dipenjara, tapi kesehariannya dapat jalan dengan baik. Di satu bagian, dia tetaplah menghormati ayahnya karna memanglah dia lah anak sang bapak. Tapi, di bagian beda dia tidak problem saat memperoleh cap negatif karna anak percaya ayahnya tidaklah dia. Ya, tanpa ada menghapus bila si bapak adalah sisi dari keluarganya.

” Anak dapat berfikir ya dia memanglah kesel sama behaviour ayahnya, tapi itu tidak mewakili keluarga dia, dianya serta si bapak tetaplah ayahnya. Yang agak salah itu anak berfikir ‘Dia bapak saya bermakna dia adalah saya. Waktu bapak lakukan kekeliruan, bermakna saya juga mengerjakannya, ‘. Kan tidak gitu, ” papar Dessy.

About admin