Virgil van Dijk Ungkap Rahasia Pertahanan Liverpool

Virgil van Dijk Ungkap Rahasia Pertahanan Liverpool – Pertahanan Liverpool sedang tangguh-tangguhnya. Bek tengah Liverpool Virgil van Dijk menjelaskan, hal itu bukan seutuhnya sebab dianya serta Joe Gomez.

The Reds barusan mencatatkan clean sheet ke-7 beruntun selesai menumpas Manchester United 2-0 di Anfield dalam kelanjutan Liga Inggris, Minggu (19/1/2020). Opta menyampaikan jika, catatan itu baru pertama-tama diraih Liverpool semenjak Desember 2006.

Van Dijk serta Gomez tampil di enam laga itu selesai saling tidak dimainkan waktu Liverpool singkirkan Everton di Piala FA. Semenjak Gomez jadi starter reguler pada 14 Desember 2019, rekor Si Merah ialah delapan clean sheet dalam sembilan laga.

Van Dijk mengutarakan jika kekuatan posisi belakang Liverpool sebab mereka bertahan dengan kolektif.

“Kebanyakan orang terjebak dalam bertahan,” tutur bek internasional Belanda itu di Sky Sports.
Kami punya seorang penjaga gawang yang fenomenal, beberapa full-back yang lakukan pekerjaannya secara baik, beberapa pemain tengah serta bintang-bintang di muka jadi ini ialah masalah kolektif saja,” sambung ia.

“Tetapi pastinya jadi seorang bek kami benar-benar suka dapat cetak clean sheet sebab kami semua paham jika dengan clean sheet ada peluang untuk memenangkan laga. Jadi ini ialah perasaan yang enak,” lugas pemain sepak bola yang dipandang seperti bek paling baik dunia sekarang itu.

Pep Guardiola : Liga Inggris Menyakiti Diri Sendiri

Pep Guardiola : Liga Inggris Menyakiti Diri Sendiri – Pep Guardiola yakin Inggris menyakiti diri kita dengan padatnya agenda Premier League. Agenda padat tidak membantu kesempatan Inggris di Piala Eropa.

Kesempatan Inggris di Piala Eropa 2020 sekarang dalam urutan terancam. Dua striker paling baik team Tiga Singa yaitu Harry Kane serta Marcus Rashford dalam urutan luka.

Kane serta direncanakan mangkir sampai awal musim depan sebab luka robek tendon pada hamstring-nya. Sesaat Rashford yang alami retak pada tulang punggungnya harus menepi minimum tiga minggu, tidak terhitung waktu yang dibutuhkannya untuk kembali sempurna.

Manager Manchester City Pep Guardiola memandang ini ialah efek dari agenda padat serta kuras fisik di Liga Inggris. Dia hanya mengharap tidak ada korban lain mengingat Kane serta Rashford saja telah adalah dua pemain kunci tim nasional Inggris.

“Ya, itu ialah pukulan tepat untuk Gareth (Southgate – manager tim nasional Inggris) serta timnas. Harry Kane serta Marcus Rashford itu pemain mengagumkan, pemain penting buat mereka,” tutur Guardiola diambil Sky Sports.

“Saya pikir tim nasional Inggris memiliki banyak pilihan, bukan hanya dua orang ini, tetapi mudah-mudahan tidak ada korban lain serta mereka dapat sembuh. Masih ada beberapa bulan sebelum Piala Eropa, tetapi ini terjadi,” paparnya.

Inggris diketahui memiliki periode padat di antara Desember-Januari, persisnya mendekati Natal sampai Tahun Baru. Agenda pertandingan di bulan Januari dengan spesial makin bertambah sebab team-team Premier League mulai bertanding di Piala FA.

Guardiola yakin beberapa petinggi Asosiasi Sepakbola Inggris seharusnya mengerti jika ada harga mahal yang perlu dibayar dengan agenda sepadat itu.

“Mengagumkan, lo, jumlahnya kompetisinya. Saat ini sebab dua pemain ini, mereka mulai mengerti. Tetapi lihat ke belakang, kemungkinan mereka tidak memahami berapakah luka yang Newcastle atau kami alami,” sambung manager asal Catalunya ini.

Untuk semua team, normal saja jika saat Anda jalani sangat banyak pertandingan, lambat atau cepat akan rusak (keadaan pemain). Saya tidak begitu kaget. Saya menyesalkan kondisi ini buat mereka dan untuk beberapa pemain saya.”

“Dengan jumlahnya laga semacam ini, hal seperti ini akan berlangsung serta kemudian beberapa orang di administrasi tidak dapat protes,” paparnya.