IKAPPI Juga Ikut Menjaga Harga Bahan Pokok Di Pasaran

IKAPPI Juga Ikut Menjaga Harga Bahan Pokok Di Pasaran – Manfaat melindungi kestabilan harga keperluan pokok di pasar tradisional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melibatkan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) serta asosiasi pedagang pasar yang lain.

Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri menyebutkan, peluang itu dikerjakan oleh pemerintah berbarengan beberapa pedagang pasar supaya memperpendek jalur distribusi pangan.

” Ini telah kami rancang sebelumnya puasa karna kami lihat yang paling memengaruhi harga itu terkecuali ketersediaan barang atau supply yakni distribusi atau rantai pasok hingga kami mengusulkan ke Kemendag untuk memotong rantai distribusi di sebagian komoditas, ” tutur Mansuri pada Kompas. com di Jakarta, Selasa (14/6/2017).

Mansuri memberikan, dalam memotong rantai distribusi tidak semuanya komoditas pangan strategis dapat dipangkas dengan berbarengan karna memerlukan sistem yang panjang. ” Mustahil memotong rantai distribusi di semua komoditas, ” tuturnya.

Menurut dia, pada step awal pemerintah serta pedagang setuju memperpendek jalur distribusi yaitu minyak goreng serta gula pasir.

” Sesaat ini untuk komoditas yang kami lakukan itu yaitu minyak goreng serta gula pasir, namun tidak tutup peluang kami tengah menjajaki bawang putih serta daging, namun yang ready serta siap jalan ada di dua komoditas itu, ” terang Mansuri.

Pada step awal, dua komoditas itu diambil karna lebih gampang diperpendek jalur distribusinya dibanding komoditas strategis yang lain.

” Rantai distribusi jadi tidak lewat agen atau tengkulak namun segera dari pabrik pada pedagang pasar serta ini yaitu sisi dari ikhtiar Kemendag serta IKAPPI dalam rencana mempercepat sistem distribusi, ” imbuhnya.

Terlebih dulu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengadakan penandatanganan kerja sama juga dengan 4 asosiasi, yaitu Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI), Asosiasi Pedagang Pasar Semua Indonesia (APPSI), Paduan Industri Minyak Botani Indonesia (GIMNI), serta Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) dan Perum Bulog.

Menurut Mendag, dengan terdapatnya kerja sama itu beberapa pedagang pasar dapat memperoleh akses supply bahan pokok dengan harga yang terjangkau serta sama juga dengan ritel modern.

“Para pedagang tradisional ini mesti dapat memperoleh akses pada sumber yang sama yg tidak kalah dari dengan pasar ritel modern, ” kata Enggartiasto.

Diluar itu, menteri kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini bakal memberi sarana credit pada beberapa pedagang. “Ada satu yang bakal cobalah kami bantu yaitu tentang sarana credit yang selekasnya kami bakal jembatani itu, ” tuturnya.

Saat Ramdhan Satpol Pp Grebek Hotel Pijat Plus Plus

Saat Ramdhan Satpol Pp Grebek Hotel Pijat Plus Plus – Satpol PP Kota Bandung mengamankan 25 terapis yang disangka memberikannya layanan service pijat plus-plus di Hotel Harapan Indah, Jalan Gatot Soebroto, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Hal tersebut tersingkap dari hasil operasi cipta keadaan Ramadan yang dijalankan Satpol PP Kota Bandung, Selasa (6/6) .

Anggota Satpol PP yang menggeledah satu persatu kamar dari hotel kelas melati itu menemukannya ada dua kamar yang tengah beraktivitas pijat memijat. Dari temuan di lapangan, hotel yang sudah beralih guna jadi tempat pijat ini disangka kuat dipakai buat berbuat asusila.

” Saat kita cek, ada dua kamar tengah jalankan kesibukan pijat memijat. Kita OTT segera. Kita sangka tempat ini jadi tempat prostitusi terselubung. Kita dapatkan ada juga alat kontrasepsi, ” tutur Kabid Penegakan Product Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi terhadap wartawan di tempat.

Dua orang terapis yang tertangkap tangan tengah melayani tamu itu selanjutnya dibawa oleh anggota Satpol PP. Mereka diperintahi info oleh petugas. Terkecuali 2 orang terapis, nyatanya ada 23 terapis yang lain yang ada di tempat itu. Hingga keseluruhan ada 25 terapis yang dibawa oleh petugas Satpol PP.

” Makanya kita amakankan buat di check lebih dalam, ” tuturnya.

Menurut Idris, dari 70 kamar yang ada di hotel itu, 11 kamar salah satunya dipakai jadi tempat pijat. Pihaknya bakal menyebut yang memiliki hotel buat diperintahi info.

Tidak cuma itu, jadi aksi tegas, pihaknya segera menyegel kamar yang jadikan tempat praktek pijat.

” Mereka tidak mematuhi Perda Kota Bandung nomor 19 th. 2012 perihal izin masalah serta Perda nomor 7 th. 2012 perihal penyelenggaraan kepariwisataan, ” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Layanan Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan serta Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Edward Parlindungan memberikan, dari hasil penelusuran di ketahui kalau hotel itu telah lama tdk perpanjang izin. Diluar itu juga sudah berpindah guna jadi indekos.

” Saat kita cek tempat telah lama tdk perpanjang izin. Guna hotel itu juga seperti kos-kosan. Kita semestinya bakal memberikannya hukuman. Kalau bisa di buktikan ada penyimpangan terang tempat bakal ditutup, ” ujarnya. rnd