Tampil Jadi Kameo Di Layar Lebar Uus Mengecat rambutnya jadi Merah Menyala

Tampil Jadi Kameo Di Layar Lebar Uus Mengecat rambutnya jadi Merah Menyala – Komika Uus kerapkali jadi kameo di layar-lebar. Bagian peranannya gak banyak bahkan juga beberapa pembawaan yg dia mainkan kerapkali gak bernama.

Uus bercerita, seringkali di film, pembawaan yg dimainkannya dinamakan Preman 1 atau Preman 2, Pemuda Kampung 1 atau Pemuda Kampung 2. Sekalipun mendapatkan andil tambah banyak serta miliki nama jelas, Uus kegirangan.

Gak bermain-main, Uus ikhlas berikan effort lebih buat hidupkan ciri-khasnya. Ini berlangsung sewaktu Uus diambil Ernest Prakasa buat tampil di film Imperfect. Kesempatan ini, Uus jadi anak gang. Buat nama, masih dirahasiakan.

“Sekarang saya jadi anak gang yg berjiwa preman. Saya pingin pembawaan tidak serupa dari preman yg saya mainkan awalnya. Kalaupun hanya tampil botak rasa-rasanya sangat aman. Selanjutnya saya bertanya pada Ernest apa bisa saya mengecat rambut. Ia mengatakan bisa namun warnanya harus norak, ” papar Uus di Jakarta, beberapa waktu terakhir.

Mendapatkan lampu hijau dari sutradara, komika bernama komplet Rizky Firdaus Wijaksana ini lalu bergegas ke salon. Uus mengecat rambut jadi merah menyala alias electric red.

Buat menggapai warna merah ini, dia jalani perawatan di salon sepanjang 2 jam. “Untuk saya yg suka cukur rambut di barber-shop atau di cukur rambut asli Garut, 2 jam itu lama sekali, ” papar bintang film Hong Kong Kasarung serta PSP Style Mahasiswa.

Uus ikhlas beri warna rambut sebab menganggap mendapatkan peluang buat tampil jadi aktor bukan sekadar komedian. “Itu pemicu saya bahagia sekali, ” tambah komika kelahiran Bandung, 23 Desember 1990.

Pertama kali sampai di area syuting, beberapa crew syok menyaksikan rambut baru Uus. “Mereka terkejut sekali terutamanya klub wardrobe, pencatat adegan, serta penata rias. Saya mengatakan ke mereka kalau cat rambut ini udah dengan kesepakatan Ernest Prakasa, ha ha ha! ” pungkas Uus.

Ria Ricis Sempat Mau Bunuh Diri

Ria Ricis Sempat Mau Bunuh Diri – Sejak mulai video pamit serta kembali, Ria Ricis tidak henti-hentinya dihujat warganet. Walaupun demikian, dia tidak tunjukkan kegalauannya pada publik.

Akan tetapi, lewat kanal YouTube yg bertopik ” Draw My Life Ria Ricis ” Ria Ricis bercerita kegelisahannya, Selasa (13/8/2019) . Mulai ditinggal beberapa pekerjanya dalam team Ricis sampai di-bully banyak orang-orang.

” Sesudah dua hari pamit, saya berpikir untuk mengupload video ” Saya Kembali ” . Serta waktu itu pun satu Indonesia menghujatku. Semua sumpah serapah terjun bebas di Instagram serta YouTube ku, ” papar Ria Ricis.

Rupanya, tidak sampai disana saja permasalahan yg dijumpai adik Oki Setiana Dewi ini. Dari mulai keluarga, keuangan, lingkungan, YouTube, Team Ricis, serta yang lain.

Letih yg dirasa Ria Ricis, membuat putuskan untuk pamit dari YouTube untuk sesaat waktu. Dia menentukan konsentrasi dengan syuting film layar-lebar.

” Malam itu saya menyebutkan ke team Ricis jika mereka bisa libur sesaat lantaran saya pun libur YouTube nya, ” sambung Ria Ricis.

Akan tetapi, tidak dikit fansnya rasakan kehilangan wanita berjilbab ini waktu mengungkap pengunduran dianya sendiri itu. Mereka mengharap Ria Ricis untuk kembali isi kontent di YouTube.

Persoalan lain nampak, team Ricis mengundurkan diri dengan mendadak walaupun sebenarnya akan ada acara besar. Kesehatan juga mengalami penurunan. Beginilah berbagi Ricis yg direkam serta diupload lewat YouTube. Baca kalimatnya :

” Maaf, soal bodoh berlangsung malam itu. Bertepatan dengan permasalahan yg saya simpan, saya menangis sampai terperosok di kamar seseorang diri. Serta terus menanyakan, ” Jika Tuhan sayang mengapa Ia tidak mengambil nyawaku sekaligus? ” Mengapa mesti melalui permasalahan yg terus-menerus, mengapa melalui tiga orang yg saya sayang yg telah saya menganggapnya keluarga serta mereka pergi mendadak. Serta mengapa kritikan satu Indonesia, negaraku sendiri. Lalu untuk apa saya hidup? Di waktu saya lemah, saya tidak sukses, serta tidak seorang juga yakin sama saya. Maaf saya bodoh. Sembari menangis saya berdiri menjurus meja rias serta ambil benda tajam. Ditambah lagi maksudnya jika tidak untuk menyelesaikan hidupku. Dengan tangan gemetar, serta mata tambah abuh saya tujukan benda tajam itu ke tubuhku. Sakit, hingga akhirnya saya sadar serta saya lempar sekencang-kencangnya benda itu serta saya beristigfar sebanyaknya serta memohon ampun, ” bebernya.