Home / Uncategorized / Lima Faktor Kemenangan Anies Melawan Ahok Menurut Eep Saefulloh

Lima Faktor Kemenangan Anies Melawan Ahok Menurut Eep Saefulloh

Lima Faktor Kemenangan Anies Melawan Ahok Menurut Eep Saefulloh – CEO Polmark Indonesia yg juga Timses Pemenangan Anies-Sandi, Eep Saefulloh Fatah, menyebutkan ada lima factor pemicu jagoannya menang dengan selisih jauh dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -Djarot Saiful Hidayat. Ini lima factor itu.

Pertama, Eep mengemukakan terkarantinanya pemilih Ahok. Tujuannya merupakan jumlah pemilih Ahok-Djarot tdk bertambah serta tdk mengecil.

” Ada lima factor yg sebabkan Anies-Sandi menang jauh. Pertama merupakan terkarantinanya pemilih Ahok-Djarot. Maksud terkarantina merupakan jumlah atau besaran pemilih Basuki-Djarot tdk bertambah serta tdk mengecil di putaran ke dua bahkan juga alami penurunan nyaris 14 ribu pemilih, ” kata Eep di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).

Sesudah itu, Eep mengemukakan angka partisipasi bertambah dari 77% jadi 78%. Ini mengulang seperti th. 2012 yg naik 2%.

” Angka partisipasi bertambah dari 77% jadi 78%. Dari putaran pertama ke putaran ke dua alami penambahan, bukan hanya penurunan. Jadi mengulang mode 2012. Bertambah 2%. Saat ini bertambah satu koma demikian prosen, penambahan berjalan, ” ujarnya.

Menurut Eep, yg paling tentukan merupakan pada saat-saat paling akhir atau periode tenang. Kala periode tenang, muncul gossip sembako.

” Kala menurut saya terutama, apa yg berjalan diakhir seperti periode tenang. Kondisi kolektif yg pengaruhi mereka, saat itu ada hujan sembako berjalan. Saya menganggap dengan cara kualitatif itu berguna negatif buat yg berkampanye, itu pertama dalam peristiwa pilkada membagikan sembako pada waktu tenang serta memanfaatkan atribut kampanye, ” katanya.

Ke-4, merupakan perlawanan pada kekhasan TPS atau potensi kejahatan kecurangan pemilu. Menurut dia, isyarat ini datang pada putaran pertama yg terkonsentrasi pada beberapa tempat paslon khusus.

” Factor sesudah itu merupakan perlawanan pada kekhasan TPS atau potensi kejahatan atau kecurangan pemilu. Di Jakarta ini ada 1. 848 TPS yg terindikasi seperti itu. Isyarat itu datang dari pemilih penambahan, nyaris 250 ribu DPTB pada putaran pertama. Itu terkonsentrasi di beberapa tempat yg paslon khusus miliki potensi menang besar, jadi dapat kita kaitkan ke dua TPS, ” ujarnya.

Paling akhir merupakan factor agama. Menurut Eep, itu miliki efek khusus. Factor agama di anggap sebagai air bah.

” Factor agama pastinya miliki efek khusus disebabkan Al-Maidah. Saya mau menyebutkan apabila factor agama itu seperti air bah. Dikarenakan merupakan bendungan yg di buka. Jadi, apabila ada pemimpin yg memelihara lisannya, masuk ke gossip peka di negeri seperti Indonesia, jadi mesti terima konsekuensinya, ” tutup Eep.

About admin