MA Menampik Permintaan Kasasi Jokowi Di Kasus Kebakaran Hutan

MA Menampik Permintaan Kasasi Jokowi Di Kasus Kebakaran Hutan – Mahkamah Agung (MA) hendak memutuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melaksanakan aksi menentang hukum. Jokowi terima ketetapan MA meskipun memiliki rencana melaksanakan usaha hukum paling akhir untuk menyikapi vonis itu.

Vonis itu diputuskan MA yang menampik permintaan kasasi Jokowi dkk dalam masalah kebakaran rimba di Kalimantan. ” Tolak, ” demikian sama seperti diberitakan panitera MA melalui situs blognya, Jumat (19/7/2019) .

Keputusan dengan nomer masalah 3555 K/PDT/2018 diketok pada 16 Juli 2019 tempo hari. Duduk jadi ketua majelis Nurul Elmiyah dengan anggota Pri Pambudi Teguh serta I Gusti Agung Sumanatha. MA kuatkan vonis awal mulanya yang menyebutkan kalau Jokowi dkk melaksanakan aksi menentang hukum hingga berlangsung kebakaran rimba.

Masalah berasal waktu berlangsung kebakaran hebat pada 2015. Salah satunya yang alami adalah Kalimantan. Oleh karenanya, sekumpulan warga menuntut negara. Mereka ialah Arie Rompas, Kartika Sari, Fatkhurrohman, Afandi, Herlina, Nordin serta Mariaty.

Yang mereka tuntut ialah Presiden, Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri Agraria serta Tata Area/Kepala BPN, Menteri Kesehatan, Gubernur Kalimantan Tengah, serta DPRD Propinsi Kalimantan Tengah. Tuntutan mereka diloloskan Pengadilan Negeri Palangkaraya pada 22 Maret 2017. PN Palangkarya hendak memutuskan kalau beberapa tergugat sudah melaksanakan aksi menentang hukum.

Mengapa MA menampik permintaan kasasi Jokowi?

Jubir MA Andi Samsan Nganro memperjelas salah satunya pemikiran hakim menampik permintaan kasasi ialah membetulkan asas berhubungan dengan penanggulangan musibah dalam sebuah negara sebagai tanggung jawab permerintah.

Dalam tuntutannya, menurut penggugat, pemerintah belum melaksanakan hal tersebut hingga musibah kebakaran rimba masih berjalan. Memang semestinya pemerintah berkewajiban untuk menyudahi musibah kebakaran rimba. Jadi dalil-dalil kasasi faksi Jokowi tidak diterima MA.

” Alasan-alasan yang diserahkan oleh pemohon kasasi tidak bisa dibetulkan, ” kata Juru bicara MA Andi Samsan Ngaro di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019) .