Home / Berita Umum / Pasangan Capres Serta Wapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin Serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Telah Mendaftarkan Ke Komisi Penentuan Umum (KPU)

Pasangan Capres Serta Wapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin Serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Telah Mendaftarkan Ke Komisi Penentuan Umum (KPU)

Pasangan Capres Serta Wapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin Serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Telah Mendaftarkan Ke Komisi Penentuan Umum (KPU)  – Pasangan capres serta wapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mendaftarkan ke Komisi Penentuan Umum (KPU) untuk Pemilu Presiden (Pemilihan presiden) 2019. Sesudah pendaftaran, ke-2 tim langsung mengulas konstruksi team sukses.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan team pemenangan Jokowi akan dibuat dalam tiga konstruksi yaitu team pemenangan lintas partai politik, team pemenangan di internal partai politik, serta team penghubung dengan relawan. Team ini tengah dalam proses bahasan.

“Nanti dirembuk dengan bersama-sama dan musyawarah,” kata Hendrawan pada Tirto, Sabtu (11/8/2018)

Siapa yang bisa menjadi ketua team sukses dari tim Jokowi-Ma’ruf?

Sekretaris Kaderisasi DPP PDIP Eva Kusuma Sundari waktu dihubungi Tirto, mengatakan PDIP akan ajukan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto atau Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjadi ketua team sukses.

Selain itu, Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid menyampaikan partainya peluang ajukan Muhaimin Iskandar menjadi ketua team pemenangan lintas partai politik. “Kalau Cak Imin bersedia, ya pasti akan kami kemukakan,” kata bekas team sukses Jokowi pada 2014 ini pada Tirto.

Pertimbangan itu, menurut Jazilul, karena ketua team sukses Jokowi-Ma’ruf sebaiknya seseorang yang dapat berkomunikasi lintas partai politik. Sesaat, menurut dia, yang mempunyai potensi semacam itu merupakan figur ketua umum partai politik.

“Kan ada 10 partai politik yang di konsolidasi Pak Jokowi. Menjadi ketuanya mesti dapat mengatur semua serta lincah,” kata Jazilul.

Selain itu, PPP belumlah akan memutus siapa figur yang akan diserahkan menjadi ketua team pemenangan Jokowi pada partai politik lainnya. “Masih dalam bahasan,” kata Sekjen PPP Arsul Sani pada Tirto. Saran seirama disebutkan Sekjen PSI Raja Juli Antoni. “Kami tengah menyiapkan orang untuk menjadi team pemenangan.”

Berlainan dengan tim Jokowi-Ma’ruf yang telah miliki deskripsi ide team pemenangan, tim Prabowo-Sandiaga belumlah mempunyai team bayangan ide team pemenangan. Anggota Dewan Pembina Gerindra Fuad Bawazier mengatakan pihaknya tengah mengulas format team pemenangan dengan intens.

“Kami akan dengarkan input parpol-parpol konsolidasi untuk nama ketua team pemenangan. Semua masuk,” kata Fuad pada Tirto.

Saran nama calon ketua team telah banyak muncul, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menyampaikan tidak tutup peluang partainya akan menyarankan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi ketua team pemenangan Prabowo-Sandiaga.

“Ada banyak keinginan AHY menjadi ketua team pemenangan,” kata Roy, Sabtu (11/8/2018).

Saran lainnya muncul dari PAN. Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais menyebutkan partainya akan menggerakkan Zulkifli Hasan menjadi ketua team sukses Prabowo-Sandiaga. Ia beralasan, Zulkifli adalah orang yang kaya pengalaman serta sekarang ini menjabat Ketua MPR.

“Ketua MPR dapat menangani kebanyakan orang, semua kelompok. Insya Allah bisa saja Ketua Team Sukses Prabowo-Sandi,” kata Waketum PAN Hanafi Rais selesai pendaftaran Prabowo-Sandi di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8) kemarin.

Sedang PKS masih tetap merahasiakan nama yang akan diusulkan menjadi ketua team pemenangan Prabowo-Sandiaga. Waktu dihubungi Tirto, Ketua Bagian Politik serta Hukum DPP PKS Pipin Sopian cuma memberi persyaratan yang akan diusulkan PKS menjadi ketua team.

“[Kriterianya] muda, mempunyai wacana yang luas, terpenting di bagian ekonomi,” tuturnya Sabtu siang.

Bukan Arena Melekat Popularitas

Timbulnya beberapa ketua umum partai serta orang politik terkenal yang diserahkan jadi ketua team pemenangan semasing calon presiden dinilai lumrah oleh Direktur Populi Centre Usep S. Ahyar. Menurut Usep, tiap-tiap partai ingin turut mempopulerkan tokohnya melalui ketua team sukses.

“Kalau popular di 2019 dapat mempermudah mereka di 2024,” kata Usep pada Tirto.

Akan tetapi, Usep menyebutkan, partai politik tidak seharusnya berlaku menumpang popular tokoh mereka bila ingin menang di Pemilihan presiden 2019. Ia menuturkan manfaat dari ketua team sukses merupakan memastikan efektivitas kapasitas team pemenangan.

Usep memberikan contoh figur Mahfud MD sebagai ketua team sukses di tim Prabowo serta Anies Baswedan sebagai jubir di tim Jokowi pada Pemilihan presiden 2014. Menurut dia, penentuan ke-2 figur itu sudah mewakili keperluan menggandeng massa waktu itu.

“Mahfud dapat dipakai Prabowo menambal massa NU yang cenderung ke Jokowi. Anies meningkatkan kesan-kesan keinginan baru untuk tim Jokowi,” kata Usep.

Menurut Usep, sekarang ini rumor yang tengah berkembang merupakan agama, ekonomi serta golongan muda. Karena itu, ketua team sukses ke-2 tim mesti yang dapat merepresentasikan ketiganya.

Lihat konstruksi pasangan ke-2 tim, Usep menilainya yang kurang dari Prabowo-Sandiaga merupakan representasi agamawan, hingga memerlukan unsur itu.

“Sandiaga telah dipandang memahami ekonomi serta figur muda. Menjadi ketua team kesuksesan mesti yang dapat menggandeng nada kelompok agama. Karena wakilnya Jokowi kan ulama,” kata Usep.

Di tim Jokowi, perlu figur muda serta memahami ekonomi. Karena, menurut dia, Jokowi serta Ma’ruf saling belumlah cukuplah jual di ke-2 rumor itu. “Kalau dapat memang entrepreneur muda yang sukses demikian ya,” kata Usep.

Usep mengutamakan supaya figur ketua team pemenangan ke-2 tim merupakan yang bersih dari dosa waktu kemarin. “Kalau banyak dosa waktu lalunya, pasti publik sulit yakin sama kampanyenya,” tuturnya.

Simak juga artikel berkaitan PILPRES 2019 atau tulisan menarik yang lain M. Ahsan Ridhoi

About admin