Home / Berita Umum / Perempuan Ini Siap Layani 5 Laki – Laki Dalam Semalam

Perempuan Ini Siap Layani 5 Laki – Laki Dalam Semalam

Perempuan Ini Siap Layani 5 Laki – Laki  Dalam Semalam – Sekurang-kurangnya 14 pekerja sex komersial (PSK) serta empat pria hidung belang sukses dijaring pada razia di warung remang-remang yang mangkal di lokasi pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Ketapang Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Selasa malam (30/5).
Oerasi yang di pimpin Kasat Sabhara AKP Basori Alwi itu, juga mengamankan dua gunakan pria serta wanita yang diindikasikan berbuat mesum di kamar hotel Peni di lokasi Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi. Razia dimulai di lokasi Kota Banyuwangi. Sasarannya yaitu hotel yang diindikasikan sering disalahgunakan untuk berbuat mesum. Benar saja, waktu menyisir kamar-kamar Hotel Peni itu, petugas temukan dua gunakan pria serta wanita bukanlah muhrim.

Sepasang salah satunya diidentifikasi sebagai mahasiswa satu diantara perguruan tinggi negeri (PTN) di Bumi Blambangan, sedang sepasang yang lain di ketahui adalah pasangan pria yang bekerja wiraswasta serta ibu rumah-tangga. Selesai menyisir kamar hotel, petugas segera merangsek ke lokasi Pelabuhan LCM.

Terlebih dulu aparat memperoleh info jejeran warung yang berada di lokasi pelabuhan yang sering disalahgunakan untuk arena mesum, itu tetaplah bero perasi di bln. Ramadan ini. Benar saja, di tempat itu petugas merasakan warung-warung di segi selatan Pelabuhan LCM Ketapang tetaplah beroperasi. Bahkan juga terdapat banyak warung yang didapati buka service karaoke. Parahnya lagi ada pengun jung warung yang didapati tengah mabuk minuman keras.

Penjaga warung yang merangkap sebagai pemandu karaoke segera ditindak. Begitu juga dengan pengunjung warung yang malam itu tengah nikmati asiknya hiburan malam di Pelabuhan LCM. Keseluruhan ada 18 orang yang diamankan dari tempat ini, yaitu 14 penjaga warung yang dipercaya merangkap sebagai PSK dan empat pria pengunjung warung.

Semua warga yang terjaring razia itu lalu digiring ke Mapolres Banyuwangi. Kepercayaan Kasat Sabhara Basori kalau beberapa penjaga warung di lokasi Pelabuhan LCM merangkap sebagai PSK makin menguat sesudah tahu hasil pendataan bukti diri mereka. Sebab, beberapa besar dari mereka tidaklah warga Banyuwangi, tetapi warga asal luar daerah, seperti Situbondo ; Jember ; Bondowoso ; sampai Semarang, Jawa Tengah.

Waktu diinterogasi, beberapa besar penjaga warung yang terjaring mengaku kalau mereka juga memberi service plus-plus pada pelanggan. Menariknya, praktek “bisnis lendir” itu mereka lakoni dengan modus menyewa warung kopi untuk berjualan. Seperti diutarakan satu diantara PSK asal Semarang. Diakuinya menyewa satu warung kopi seharga Rp 3 juta per bln. berbarengan dua rekannya. “Warung itu kami kelola sendiri. Tak ada bos, ” saya perempuan yang rambutnya disemir pirang itu pada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi dibenarkan dua rekannya.

Disibakkan, terkecuali jual kopi, dianya juga sediakan pemuas syahwat dengan tarif sebesar Rp 100 ribu sekali main. “Dalam semalam paling banyak saya melayani lima orang. Kian lebih itu saya tidak kuat. Raih, ” akunya. Pernyataan tidak sama diung kapkan satu diantara perempuan lokal Banyuwangi. Perempuan yang satu ini mengakui dianya “hanya” sebagai pekerja di warung kopi lokasi Pelabuhan LCM. “Kalau ada tamu, saya bayar sewa kamar sebesar Rp 20 ribu, ” cetus nya.

Disamping itu, Kasat Sabhara Basori, menyampaikan dalam operasi itu pihaknya sukses menjaring 14 PSK. “Mereka bekerja sekalian mengelola sendiri. Tidak gunakan mucikari, ” katanya. Basori memberikan, beberapa PSK yang terjaring razia di beri pembinaan di Mapolres Banyuwangi. Bukanlah itu saja, mereka juga dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi untuk melakukan sidang tindak pidana enteng (tipiring). “Laporan yang saya terima, beberapa PSK dikenai hukuman denda sebesar Rp 500 ribu. Sedang pengunjung dikenai denda sebesar Rp 100 ribu per orang, ” kata dia.

Seperti dikabarkan, semua lokalisasi prostitusi di Banyuwangi sudah ditutup mulai sejak sebagian ta hun lantas. Akan tetapi, masih tetap ada saja oknum-oknum yang coba memperoleh untung lewat “bisnis lendir” itu. Yang paling baru, Polres Banyuwangi mengendus sebagian lokalisasi prostitusi liar beroperasi di Bumi Blambangan. Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto, menyampaikan sepanjang Ramadan pihaknya bakal mengintensifkan razia di semua penjuru kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini. “Razia tetaplah dikerjakan, bahkan juga kita bakal mengintensifkan razia karna, infonya ada lokalisasi liar yang beroperasi, ” katanya. (sgt/aif/JPG)

About admin