Perluasan Pasar Kelapa Sawit Indonesia Dilakukan Pemerintah Usai Ditolak Uni Eropa

Perluasan Pasar Kelapa Sawit Indonesia Dilakukan Pemerintah Usai Ditolak Uni Eropa – Menteri Koordinator bagian Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan pemerintah tidak tinggal diam karenanya ada kampanye negatif kelapa sawit Indonesia oleh Eropa. Untuk masih pasarkan kelapa sawit, pemerintah akan memperluas pasar di Asia serta Afrika lewat Free Trade Agreement (FTA).

“Sedang berjalan (pelebaran pasar export melalui Free Trade Agreement). Itu Menteri Perdagangan (pekerjaannya) saya ketahui perbincangan telah mulai,” tutur Menko Darmin di Kantor Kemenko Perkonomian, Jakarta, Jumat (12/4).

Darmin memaparkan, negara yang tengah dalam negosiasi seperti Pakistan sampai India. Komunikasi dengan ke-2 negara itu selalu dikerjakan dengan intens. “Rasa-rasanya dengan India itu harusnya telah, Pakistan juga,” tuturnya.

Ada satu negara lainnya yang tengah step pendekatan dengan pemerintah dalam rencana export kelapa sawit yakni Turki. “Turki telah diawali dibicarakan juga. Jadi perbincangan pun juga jalan,” kata Darmin.

Bekas Direktur Jenderal Pajak itu memberikan, pemerintah memang lebih konsentrasi meningkatkan pasar export sawit ke arah negara yang memakai Palm Oil menjadi keperluan keseharian. “Serta memang kita dahulukan ke negara yang banyak memakai pm oil. Sesudah Asia Selatan kita masuk ke Afrika,” pungkasnya.