Home / Berita Umum / Universitas Darussalam Gontor Menjalin Kerja Sama Dengan Rusia

Universitas Darussalam Gontor Menjalin Kerja Sama Dengan Rusia

Universitas Darussalam Gontor Menjalin Kerja Sama Dengan Rusia – Kampus Darussalam (UNIDA) Gontor berkemauan meningkatkan kerja sama juga dengan institusi muslim serta perguruan tinggi Rusia. Perihal ini dijajaki dalam kunjungan ke Rusia minggu kemarin.

Dalam kunjungan ke Rusia pada 24-29 September 2018, UNIDA lakukan pertemuan serta pendekatan kerja sama juga dengan dua kampus terpenting di Rusia, St Petersburg State University (SPBGU) di St Petersburg serta National Research University Higher School of Economics (HSE).

Rombongan sempat juga berkunjung ke Masjid Agung Moskow serta berdiskusi dengan Dewan Mufti Rusia. Demikian seperti dikatakan dalam info wartawan KBRI Moskow yang di terima Senin (1/10/2018).

Rombongan UNIDA di pimpin langsung oleh Presiden UNIDA, KH Hasan Abdullah Sahal serta Rektor UNIDA, KH Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi. Rombongan sempat juga isi pengajian di muka penduduk Muslim Indonesia di Rusia yang tergabung dalam Himpunan Persaudaraan Islam Indonesia (HPII) di Mushola KBRI Moskow

Rektor UNIDA menyampaikan jika kunjungannya ke Rusia mempunyai tujuan agar bisa merajut serta meningkatkan networking dengan perguruan tinggi di Rusia. Banyak alumni UNIDA yang mempunyai potensi serta berkemauan meneruskan studinya diluar negeri. Sekarang ini ada alumni UNIDA yang studi di Rusia. Kerja sama bisa dikerjakan berbentuk riset bersama dengan untuk beberapa dosen serta pertukaran mahasiswa.

“Alhamdulillah, perguruan tinggi Rusia menyongsong baik untuk bekerja bersama dengan UNIDA. Kami optimistis untuk lebih intens lagi merajut komunikasi dengan mereka,” kata KH Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi.

UNIDA adalah salah satunya perguruan tinggi di Indonesia yang unik berdasar pada histori pendirian serta skema pendidikannya. Walau berlandaskan kebiasaan Islam, UNIDA berkembang menjadi satu perguruan tinggi swasta moderen. UNIDA bukan sekedar mempunyai fakultas serta program studi Islam, seperti Fakultas Ushuluddin, Tarbiyah, Syariah, tapi juga fakultas umum yang lain, yakni Ekonomi serta Manajemen, Humaniora, Pengetahuan Kesehatan, dan Sains serta Tehnologi. UNIDA sudah mempunyai kerja sama juga dengan beberapa perguruan tinggi diluar negeri.

Peningkatan kerja sama juga dengan HSE di Moskow bisa dititikberatkan pada bagian ekonomi, manajemen, serta humaniora. Sedang kerja sama juga dengan SPBGU di St Petersburg bisa difokuskan pada bagian histori serta budaya Islam, tidak hanya bagian-bagian umum yang lain, baik ekonomi, humaniora, ataupun kesehatan.

Dalam pertemuan UNIDA dengan Dewan Mufti Rusia dibicarakan peningkatan kerja sama di bagian pendidikan Islam serta upaya-upaya mendekatkan jalinan pada komune muslim Rusia serta Indonesia. UNIDA mengundang mahasiswa muslim Rusia untuk belajar di UNIDA

Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia, Damir Hazrat Gizatullin mengemukakan jika penduduk muslim Rusia terasa dekat dengan Indonesia serta masih kembali kenang Presiden Sukarno yang sempat bertandang ke Masjid Agung Moskow tahun 1956. Presiden Sukarno juga berjasa dalam pengembalian manfaat Masjid Agung St Petersburg menjadi tempat beribadah kaum muslim ditempat.

“Indonesia bisa jadikan contoh buat kami, seperti dalam perlakuan haji. Kami juga mensupport supaya mahasiswa muslim Rusia bisa belajar di Indonesia,” papar Damir Hazrat Gizatullin.

Sesudah runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, komune muslim di Rusia alami kebangkitan. Penduduk muslim selalu berkembang. Sekarang ini ada seputar 7 ribu masjid di semua lokasi Rusia. Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, kerja sama pendidikan serta keagamaan bisa ikut mendekatkan jalinan pada bangsa Indonesia serta Rusia.

“Kerja sama pendidikan serta keagamaan dapat juga berefek positif pada kerja sama ekonomi, perdagangan serta pariwisata. Rusia ialah negara berpenduduk muslim paling besar di Eropa dengan jumlahnya seputar 20-25 juta orang. Oleh karenanya, kerja sama juga dengan Rusia berkaitan bagian keagamaan, terutamanya Islam, sangat mungkin. Bukan sekedar di bagian pendidikan, tapi juga buat pemasaran bermacam produk halal Indonesia,” katanya.

About admin