Home / Berita Umum / Polisi Gadungan Tuduh Pemilik Warung Kopi Jadi Muncikari dan Penjual Miras

Polisi Gadungan Tuduh Pemilik Warung Kopi Jadi Muncikari dan Penjual Miras

Polisi Gadungan Tuduh Pemilik Warung Kopi Jadi Muncikari dan Penjual Miras – Mengakui polisi, pemuda di Bojonegoro ini menipu serta memeras wanita pemilik warung kopi. Laganya pemeran terbongkar sehabis korban melapor ke polisi.

Agus Purwanto (35) pemuda asal Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro selanjutnya ditangkap poliai. Agus berulah dengan memeras serta menipu Warni (45), pemilik warung kopi di Desa Pancur, Temayang, Bojonegoro.

Wanita yg buka upaya warung kopi ini digertak oleh terduga dengan gugatan warungnya jadi tempat transaksi prostitusi. Bahkan juga Warni juga dituduh jadi muncikari serta penjual miras.

” Orangnya ngaku resmob. Gertak saya ujarnya warung ini jual miras serta saya menjadi mumcikari. Saya jawab gak ada yg begitu disini. Eh, jadi bentak-bentak serta mememohon uang damai, ” jelas Warni.

Sebab senantiasa memaksa, selanjutnya Warni berikan Agus Rp 100 ribu. Bukannya selesaikan soal, Agus malahan mengintimidasi lagi sebab belum juga diberikan Rp 5 juta.

Perbuatan nekat Agus ini termasuk brutal. Selang satu hari sehabis dikasih uang, Agus ada kembali lagi warung serta membawa Warni pergi. Ditengah jalan, Agus berhenti dalam sesuatu warung serta memaksa Warni berikan uang. Sebab gak bawa juga uang, Warni menghubungi keluarganya dengan membawa uang Rp 2, 5 juta buat dikasihkan ke Agus.

” Menjadi saya itu dipaksa turut dibonceng ujarnya pengin dibawa ke kantor polisi nyata-nyatanya dibawa ke warung di Balen serta mememohon uang lagi Rp 2, 5 juta, ” tambah Warni.

Sehabis memperoleh uang, Agus kabur serta berpesan biar tak narasi terhadap siapa-siapa saja sebab soal dikira udah usai serta damai. Warni yg terasa diperas selanjutnya melapor ke polisi serta Agus lantas ditangkap.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengemukakan Agus kala mememohon uang sembari marah-marah serta membanting satu tas warna abu-abu punyanya di meja warung.

” iki ning jerone tas isine senjata barah pistol, opo jaluk gak bolongi sikilmu, opo jaluk gak borgol (Ini didalam tas dalamnya pistol, apakah mememohon dibolongi kakimu atau mememohon di borgol), ” ujar Fadli menirukan omongan Agus.

Fadli berpesan terhadap penduduk biar lebih waspada lagi pada perbuatan penipuan yg berkedok mengakui jadi polisi serta mengimbau biar melapor ke kantor polisi paling dekat.

Terhadap warga juga, Fadli mengatakan apabila ada tabiat anggota polisi terlebih anggota Polres Bojonegoro seperti peristiwa itu, Fadli janji bakal menindaknya tegas. Tabiat anggota itu tidak mematuhi asas jadi anggota kepolisian serta sangatlah merugikan institusi Kepolisian.

About admin